Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin. Ini Penjelasan Logisnya

Kmrin diundang untuk meeting “rahasia” dengan seseorang, yang ternyata saya baru Tau kalo Beliau seorang professor. Wah, bakal ada diskusi berat nih, begitu fikir saya..

Tapi begitu ketemu, ngobrol ringan ,masuk inti pembahasan, Orang ini lebih banyak mendengarkan dan seperti tak tau apa-apa mengenai kelimuan yg saya kuasai (Kesehatan mental & hipnoterapi) . Awalnya saya alokasikan waktu 30 menit, jadi hampir dua jam saya duduk bersama Bapak tiga Anak ini. Yang berkesan adalah, Dia membiarkan saya bicara panjang lebar, hampir tanpa memotong pembicaraan. Intinya dia dengarkan semua penjelasan yang saya kemukakan.

Pas pulang, saya bandingkan dengan pengalaman bersama beberapa orang yang secara status sosial ekonomi jauh berada dibawah Professor tadi. Mereka suka memotong pembicaraan, sok tau & tidak terima apabila yang saya sampaikan berbeda dengan pemikiran mereka. Misal saya sampaikan kalau hipnoterapi itu tidak mungkin bisa seinstan seperti tayangan tv, YouTube ataupun medsos , mereka ga terima. Yang mereka Tau hipnoterapi ya sekali tepuk, kasih sugesti, beres. Padahal ilmu kayak gitu hanya halu saja.

Akhirnya saya simpulkan, mengapa orang kaya makin Kaya, ya karena mereka bersedia terus belajar, mengakui “Kebodohan mereka” dan setelah belajarpun, masih haus akan ilmu sehingga mencari sumber lain. Akhirnya dengan segudang ilmu yang dia miliki, pundi-pundi kekayaannya juga semakin bertambah.

Berbeda dengan orang miskin kebanyakan. Mereka merasa tau banyak Hal, tidak mau belajar, dan ketika kondisi keuangannya terpuruk, cenderung hobi menyalahkan pihak-pihak & sikon diluar dirinya yang mereka anggap tidak ideal. Akhirnya kemiskinan semakin menjeratnya, dan begitu terus hingga menjadi lingkaran setan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *