Banyaknya Pengetahuan Bukanlah Ukuran Pintar/Tidaknya Seseorang

Seringkali kita kagum dengan seseorang yang punya banyak pengetahuan. Diajak ngomong apa aja nyambung, ditanya apa saja bisa menjelaske, mengomentari apapun dia juga ayo aja. Tapi taukah anda, itu tidak bisa dijadiken pedoman apakah seseorang itu pintar atau tidak.

Alasannya adalah , karena semua jenis informasi dan pengetahuan sudah sangat mudah kita dapatken sekarang. Mau tentang sains, filsafat, agama, olahraga, kuliner, dll tersedia lengkap di internet. Bagi yang seneng baca, ada blog/website. Bagi yang ga seneng baca, ada video pembelajaran, dan lain sebagainya.

Lalu apa yang jadi ukuran pinter/nggaknya saat ini? Setidaknya ada dua hal

  1. Kemampuan untuk memverifikasi pengetahuan. Semakin banyaknya informasi, semakin besar pula peluang hoax (info sesat) beredar. Nah, orang yang pintar adalah mereka yang mampir menganalisa, memfilter & memutusken mana info yang layak dicerna, mana yang layak dibuang.
  2. Meningkatken produktifitas kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar. Gosip artis, kabar pembagian harta Gono gini, itu semua adalah pengetahuan. Namun apakah itu berfungsi menambah produktivitas kita? Apakah itu membawa manfaat bagi orang lain? Anda sendiri yang tau jawabannya .

Intinya, jangan puas dengan banyaknya Pengetahuan yang kita punya, tapi puaslah ketika pengetahuan itu membawa banyak manfaat, bukan hanya diri sendiri, tapi juga orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *