Jawabannya adalah boleh, bahkan harus pada kondisi kondisi tertentu. Jadi sekarang yang ditekankan adalah bukan boleh atau tidak memukul ank, tapi bagaimana cara yang benar dalam memukul anak.
Yang perlu diperhatikan adalah, pukulan ini dilandasi oleh rasa cinta dan kasih sayang sebagai orangtua. Jadi bukan dilandasi rasa benci, karena rasa benci itulah yang justru merusak mental anak bukan pukulannya.
Lalu, perhatikan area atau bagian badan yang dipukul. Hindari daerah kepala dan tengah tubuh (dada dan perut). Utamakan tangan dan kaki. Itupun jangan pakai tenaga yang berlebih karena akan menyebabkan rasa sakit yang serius.
Lalu yang terakhir, jelaskan pada anak bahwa pukulan ini dilandasi karena rasa sayang, bukan benci. Setelah memukul, tunjukan bahwa kita benar – benar menyayanginya, dengan lebih banyak meluangkan waktu bersama, memperbanyak pujian dan berikan hadiah – hadiah kecil.
Jika beberapa hal diatas sudah dipenuhi, maka anak tidak akan trauma akibat pukulan dari orangtua. Selain itu, orangtua juga mendapat manfaatnya karena adanya perbaikan perilaku anaknya.