Saya menolak anggapan bahwa wirausaha lebih hebat dan mulia dibanding karyawan (seperti motivator2 itu) .
Tapi di sisi lain, Saya juga mendorong teman2 untuk berwirausaha. Alasannya karena “Keajaiban Rezeki” begitu nampak saat berwirausaha.
Kalau pegawai/karyawan, sangat jelas kita dapat gaji secara rutin. Sedangken ketika berwirausaha, kita dapet penghasilan ketika dagangan kita laku/ada pembeli (baik barang maupun jasa).
Disinilah asyiknya, dimana sangat sering terjadi yang namanya keajaiban rezeki
- Saat harus nyicil/melunasi hutang, tau2 ada yang beli dalam jumlah banyak
- Saat harus beli susu anak, tiba2 ada pesanan partai besar
- Kawan lama yang udah kita lupakan tiba2 jadi pelanggan
- Orang yang ga kita kenal, mereferensikan produk kita ke keluarga & koleganya
- Dan masih banyak hal lain yang tidak terduga, dimana rezeki datang dari arah yang tidak kita sangka & waktu yang tidak kita kira.