“Yang kamu rasakan itu namanya sedih”.
“Kamu kecewa ya”
“Ayah melihat kamu sangat bahagia”
“Ibu tau, perasaanmu sekarang pasti bangga sekali”
Intinya, sering – sering memberitahu kepada anak tentang emosi apa yang dia rasakan. Ketika anak tau tentang apa yang ia rasakan, harapannya ia bisa mengelolanya lebih baik.
Misal saat harapan anak tidak sesuai dengan kenyataan, beri tahu dia bahwa yang ia rasakan adalah kecewa
Saat anak senang akan pencapaiannya, katakan bahwa ia puas dan bangga
Saat anak berpisah dengan teman karena harus pindah sekolah, katakan bahwa ia sedih.
Seringkali anak stress & tantrum, karena tidak tau tentang apa yang ia rasakan. Jika ia mengenali emosinya lebih baik, maka bisa dipastikan anak akan lebih baik dalam mengelolanya. Harapannya, ia tumbuh dewasa dengan kematangan emosional yang cukup untuk meraih keberhasilan