Kalau kita perhatikan, moment “aha” atau mendapat pencerahan, solusi & berbagai ide brilian, seringkali bukan terjadi di saat serius seperti di ruang rapat, ruang kelas, dll, namun justru hadir di saat saat santai. Salah satunya ketika nongkrong bareng teman-teman. Mengapa ini bisa terjadi?

Karena saat nongkrong, kita cenderung melepas berbagai keterikatan terhadap masalah & beban psikis yang selama ini melekat di fikiran. Dengan demikian, momen kreatif justru tercipta. Momen di mana fikiran bergerak liar tanpa batas dalam menemukan solusi.
Lantas, apakah kita masih perlu rapat, meeting, dan berbagai kesibukan “menegangkan” lain? Tentu saja butuh.
Jika diibaratkan panahan, meeting formal itu ibarat kita menarik anak panah. Semakin kita menegangkan otot untuk semakin kuat menariknya, semakin besar pula potensi daya tembus anak panah tersebut. Sedangkan kegiatan santai seperti nongkrong, ngopi, atau apapun sebutan lain, adalah momen dimana kita melepaskan anak panah tadi, sehingga bisa melesat menghujam target.
Jadi harus seimbang antara aktivitas formal & santai. Kalau hanya formal aja, kita kehabisan tenaga & solusi sulit dicapai. Sebaliknya, Kalau hanya nongkrong saja, maka tidak ada rumusan pasti terhadap solusi masalah, dan hanya akan menenggelamkan kita kedalam “kedamaian semu” dimana masalah semakin banyak menumpuk.