Bangun pagi hari, yang pertama di cek adalah Hp. Niatnya hanya memeriksa siapa tau ada inbox penting . Tapi ada notifikasi muncul, yang menyebutkan bahwa ada video menarik dari kreator X. Karena waktu masih sangat pagi, gapapalah liat 1 video doank, paling 1-2 menit. Selesai itu, ada rekomendasi video lain. Oke lah, ada beberapa saat, nyantai dulu karena masih pagi. Orangtua yang melihatpun cuma bisa bergumam “ni anak kapan sadarnya”
Dan akhirnya 2 jam terlewatkan dengan perasaan kalah & sesal mendalam. Berjanji kepada diri sendiri , esok pasti lebih baik serta tidak akan mengulangi lagi di keesokan hari. Besoknya, saat buka mata di pagi hari, hal yang sama terjadi lagi, begitu seterusnya.
Itulah bahaya dari penggunaan Hp yang keliru. Ia seolah memberikan hiburan yang bisa dimaklumi padahal secara perlahan mulai merusak tanpa banyak disadari. Fokus menjadi mudah buyar, prestasi akademik menurun, pekerjaan berantakan, dll. Dan ortu yang melihatnya pun cenderung membiarkan itu terjadi
Berbeda dengan narkoba, dimana ketika seseorang mengkonsumsi sedikit saja dan diketahui orangtua, maka orangtua langsung bertindak tegas untuk menjatuhkan anaknya dari barang haram tersebut.
Jadi intinya, Hp bisa lebih bahaya dibanding narkoba, karena adanya sifat permisif dari orangtua