Memahami Logika Takdir Dari Film Interstellar.

Secara singkat, film Interstellar menceritakan perjalanan umat manusia mencari planet lain untuk dihuni, ketika bumi semakin rusak dan tua. Cooper, salah satu astronot yang bertugas mencari planet lain dihalangi putrinya yang bernama Murph saat akan berangkat. Murph takut tidak akan bisa berjumpa lagi dengan ayahnya. Meski Cooper berjanji dia pasti pulang, tapi Murph tetap tidak rela. Cooper pun harus berangkat dengan berat hati meninggalkan putrinya (berusia belasan tahun) yang masih tidak rela ia berangkat pergi.

Perjalanan antar galaksi dimulai dan singkat kata, terjadi dilatasi waktu, dimana waktu di galaksi lain berbeda dengan di bumi. Sebagai contoh, satu jam di sebuah planet, sama dengan beberapa tahun di Bumi.

Di akhir film, kita diperlihatkan ketika Cooper berhasil kembali ke Bumi, dan bertemu anaknya Murph. Disini, Murph, anaknya telah berusia 80an tahun, sedangkan Cooper masih berusia 40an tahun. Mengapa bisa terjadi? Karena adanya dilatasi waktu tadi. Satu jam perjalanan Cooper setara dengan 7 tahun di Bumi.

Film ini secara tepat menggambarkan fenomena dilatasi waktu, menggunakan berbagai rumus fisika dengan sangat presisi. Berbagai sumber kredibel juga telah menobatkan film ini sebagai film sains fiksi paling akurat.

Lalu, apa hubungannya dengan Takdir? Begini pemikiran liar saya:

Jika satu jam di suatu tempat (galaksi & planet lain) bisa sama dengan tujuh tahun di bumi, berarti ada tempat lain yang lebih jauh, dimana satu jam di tempat tersebut sama dengan puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun di bumi. Lebih jauh lagi, ada suatu tempat dimana satu detik di tempat tersebut sama dengan usia bumi dari awal sampai kehancurannya.

Anggap saja tempat tersebut adalah lauhul mahfuz, dimana takdir semua makhluk dituliskan sampai atom terkecil sekalipun. Siapa yang menuliskan? Siapa lagi kalau bukan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kalau takdir udah ditulis, apa gunanya berusaha?

Kalau takdir udah ditentukan, ngapain kita harus capek-capek beribadah?

Kalau takdir udah ditetapkan, buat apa melakukan upaya terbaik dalam hidup kita?

dll

Saya sampaikan di kesempatan lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *