Wanto adalah seorang yang sulit sekali menahan emosi. Ada masalah dikit, dia sewot & marah, ngeliat postingan di medsos yang bikin ga enak hati, moodnya berantakan seharian . Dia bukannya tidak sadar akan masalahnya, namun sudah bertahun tahun berusaha, dirinya tetap kesulitan mengendalikan sifat temperamennya tersebut.
Sampai suatu hari, dia memutuskan menjalankan sesi terapi kesehatan mental. Selain terapi, ia juga diminta melakukan beberapa tindakan tertentu
Terapis: selain terapi, anda juga perlu melakukan jeda ketika emosi tidak terkendali
Wanto: maksudnya apa kak?
Terapi: alihkan perhatian ke tindakan lain, misal menghitung dalam hati 1-1000, atau jajan mie ayam di warung terdekat. Lalu amati perasaan anda. Apakah intensitas emosinya masih tinggi atau sudah turun
Wanto: Siap
Akhirnya Wanto melakukan arahan terapis tadi dengan konsisten. Setiap kali terpancing emosi marahnya, dia langsung mendatangi warung mie ayam terdekat. Lalu saat emosinya stabil, dia lanjut aktivitas lagi .
Jeda atau ,”stop sejenak”, tujuannya adalah untuk memberi ruang kepada diri dalam rangka mengamati emosi dan kondisi internal secara keseluruhan.
Harapannya, dengan jeda kita bisa lebih bijak mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita ambil. Apakah marah marah, cuek, dan lain sebagainya.