Cinta Anak Dengan Cerdas VS Cinta Anak Dengan Bodoh

Cinta merupakan ranah emosional yang terpisah dari tingkat kecerdasan seseorang. Dengan demikian, cinta bisa dilakukan dengan cara bodoh maupun cerdas. Dalam konteks parenting, berikut penjelasan cinta dengan cerdas vs cinta dengan bodoh

  1. Cinta anak dengan bodoh, berarti kita memberikan semua yang dia mau. Dia minta Hp, diberikan, dia mau makan apa, dipesankan, dll. Sedangkan cinta dengan cerdas, orangtua tau dampak apa yang akan terjadi, sebelum memutuskan untuk memberikan apa yang anak mau. Misal saat anak minta HP, Ortu terlebih dahulu bagaimana akibat jika anak terlalu banyak main HP, dan jika dirasa dampaknya tidak bagus, maka tidak diberikan. Lebih lanjut, Ortu cerdas juga belajar bagaimana menolak permintaan anak, dengan tetap menjaga perasaannya.
  2. Cinta anak dengan bodoh, berarti kita membiarkan dia mengambil keputusan penting. Misal saat dia malas, lalu memutuskan untuk tidak sekolah, maka kita tidak kuasa untuk memaksanya. Ortu yang cerdas, dia tentu tidak membiarkan anak mengambil keputusan seenaknya, karena data dan pelajaran hidup dalam otaknya masih sangat minim.
  3. Cinta anak dengan bodoh, artinya ortu tak kuasa ketika anaknya ngambek saat permintaanya ditolak . Misal dia ga mau sekolah, lalu ortu memaksa, lalu dia ngambek tidak mau makan, ortu bodoh akan mengantarkan makan kekamarnya, lalu menghamba memohon agar anaknya mau masuk sekolah. Sedangkan ortu cerdas, dia akan biarkan anaknya ngambek di kamar, lalu memutus semua jaringan internet, dan jika ga mau keluar kamar untuk ambil makan, Ortu cerdas akan membiarkannya, dan memperlihatkan pada anak bahwa orangtua bukanlah budak atau babu dari anak.

Intinya, orangtua dengan cinta yang cerdas, akan mengajarkan kepada anaknya tentang kehidupan sejati, dimana tidak semua yang anak inginkan bisa tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *