Menegur Tanpa Menyalahkan. Emangnya Bisa?

Bisa. Pakai teknik “I Statement”. Maksudnya gimana itu?

Selama ini kita selalu memakai pola kalimat

“Kamu terlalu pemalas”
“Kok anda selalu keliru”
“Dirimu sering tidak becus”
Dll

Jadi kita terlalu sering memakai “you statement”. Terlalu banyak menunjuk: kamu, anda, you, dirimu, dll.

Ini membuat orang yang kita tegur merasa tidak nyaman. Mungkin ia bawahan, rekan kerja, anak, murid, dll.

Mulai sekarang, ganti pola kalimat tersebut dengan “I Statement” jadi lebih fokus kepada: Saya & Aku. Rumusnya: Perasaan (Saya), Perilaku (Kamu), Dampak (Perilaku Kamu)

Bingung, gampang.. simak contoh dibawah

  1. Ibu merasa sedih dan kecewa (Perasaan) jika kamu malas belajar (kamu) , sehingga nilai kamu turun (dampak)
  2. Saya seringkali kesal (perasaan), ketika kamu lagi lagi kurang teliti membuat laporan (kamu), sehingga tim ini harus menanggung akibatnya (dampak)
  3. Aku jengkel (perasaan) karena kamu terlambat (perilaku) sehingga mie ayamnya keburu habis (dampak).

Pakai pola kalimat ini untuk menegur seseorang. Baik itu anak, bawahan, murid, rekan kerja, dll. Maka selain menghindari rasa tersinggung, komunikasi yang sehat juga akan terjalin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *